Fiersa Besari, Pendaki Patah Hati

instagram @fiersabesari


Teruntuk anak anak muda di Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. Terlebih lagi bagi mereka kaum hawa yang sering menonton konsernya dan berteriak histeris ketika Dia melantunkan nada nada yang indah diatas panggung berupa musik.

Pelantun lagu celengan rindu ini memang sedang menjadi tokoh yang sedang digandrungi anak anak muda zaman sekarang. Bermusik dengan sistem Independen (Indie) bersama dengan grup musiknya Kerabat Kerja melejitkan namanya di atas panggung terlebih lagi di industri permusikan Indonesia.

Selain bermusik, orang yang disapa dengan panggilan bung ini akrab dikenal banyak orang sebagai penulis sekaligus pendaki. Bahkan dirinya lebih banyak dikenal dengan pengelana yang menulis jurnal melalui media visual. Tak lain dan tak bukan adalah Youtube. Kanal platform media youtubenya yang telah mencampai satu juta pelanggan ini merupakan tempat bung berkarya dan menunjukkan keindahan Indonesia.

Bermula dari patah hati bung dengan calon yang ingin dinikahinya dulu. Sebelum terkenal seperti saat ini. Bung pernah melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia setelah gagal nikah dengan sang kekasih pada waktu itu. Untuk menuntaskan rasa patah hati tersebut, bung terpaksa mengitari bumi nusantara dengan menjual alat alat band miliknya seharga sepuluh juta. Dengan modal tersebut bung memulai petualangannya.

Karena patah hati ini membuat bung merasa sangat tersakiti dengan hal itu. Dan harapan bung dengan melakukan perjalanan tersebut berharap patah hatinya akan hilang. Namun sebaliknya, ketika bertemu dengan banyak orang di pelosok negeri bung merasa malu dengan diri sendiri. Sebab ketika menyusuri pertiwi ternyata banyak hal yang lebih menyakitkan yang dilihatnya. Dan dirinya menganggap patah hatinya terlalu lebay untuk hal gagal  nikah saja.

Sedangkan pertiwi yang luas ini jauh lebih patah hati darinya. Mulai dari orang orang pelosok negeri yang kehilangan pendidikan, rumah yang tidak layak, kehidupan yang jauh dari perhatian pemerintah dan masih bisa tertawa. Sedang bung patah hati hanya karena masalah gagal nikah.

Bung merasa malu dengan diri sendiri setelah melihat dan berjalan jauh menyusuri ibu pertiwi ini. Pada akhirnya setelah perjalanan tersebut, bung menulis buku pertamanya yang berjudul garis waktu pada tahun 2016 lalu. Kemudian munculah buku buku lainnya setelah itu.

Karena bung adalah pemusik sekaligus penulis, ada beberapa bukunya dijadikan sebagai albuk (album buku) seperti karyanya yang berjudul 11:11 (2018). Dan dari semua buku yang pernah ditulis bung merupakan terbitan dari mediakita. Dan tak sedikit pula dari buku bung yang terdaftar sebagai buku paling populer dan laris di beberapa tokoh buku di Indonesia.

Fiersa besari menjadi idola para pendaki atau mereka yang sekarang menjadikan pendakian gunung sebagai hobi baru setelah melihat dan menonton video berbentuk jurnal di youtube bung tersebut. Siapa pula yang tidak kenal dengan Fiersa Besari di dunia pendakian saat ini. Yang menjadi idola para lelaki senja dan terlebih lagi kaum hawa.

Maaf saya harus menulis senja di tulisan ini.

Share:

Posting Komentar

Blank 75 The Dead Zone

Gunung Semeru Kerumunan manusia telah mewabah di sekeliling tenda tenda, malam tak seindah yang pernah dibayangkan setiap kaki di...

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes